dirpolairud polda jabar pimpin simulasi hadapi bencana tsunami

Dengan menggunakan mobil Patroli Ranger, personil Polmas Ditpolairud Polda Jabar memberikan himbauan kepada masyarakat pesisir, bahwa menurut info BMKG telah terjadi Gempa Megathrust di laut selatan yang berkekuatan 8,3 SR sehingga berpotensi akibatkan Tsunami dan masyarakat pesisir diharapkan segera meninggalkan daerah pesisir pantai dan menuju tempat-tempat yang tinggi melalui jalur evakuasi yang sudah ditentukan. Tampak para petugas Polmas berusaha membantu evakuasi warga. untuk warga yang sudah sepuh, tanpa canggung personil Ditpolairud Polda Jabar menggendongnya untuk naik ke mobil patroli dan dibawa ke daerah evakuasi.

Di tengah laut tampak, Kapal Patroli Ditpolairud Polda Jabar yang sedang melaksanakan patroli tugas rutin memberikan himbauan melalui pengeras suara kepada kapal nelayan untuk menjauhi bibir pantai atau dermaga dan menuju ke laut karena didapatkan informasi dari BMKG bahwa terjadi gempa besar yang berpotensi Tsunami.

Cuplikan adegan di atas bukanlah situasi yang betul-betul terjadi, namun merupakan simulasi pelatihan Kesiapan Ditpolairud Polda Jabar bila terjadi gempa besar yang mengakibatkan Tsunami. Pelaksanaan simulasi bencana Tsunami digelar pada hari Kamis, 26 April 2018 di Pelabuhan Cirebon, Laut Cirebon dan daerah Bandengan Kota Cirebon. Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat yang terlibat sangat antusias dan mendukung kegiatan tersebut serta dengan semangat berperan dalam kegiatan simulasi.

Menurut Dirpolairud Polda Jabar KBP A. Widihandoko SH, penggelaran Simulasi Kesiapan Ditpolairud Polda Jabar menghadapi bencana Tsunami, selain dalam rangka memperingati Hari Tanggap Bencana, juga merupakan upaya untuk melatih respon personil Ditpolairud Polda Jabar bila terjadi gempa besar yang akibatkan Tsunami. Diharapkan dengan simulasi ini, semua personil Ditpolairud Polda Jabar beserta jajaran memahami perannya sebagai anggota Polairud dan mengetahui tugasnya ketika betul-betul terjadi bencana Tsunami.

‘Tentu bila terjadi bencana tsunami, koordinasi dengan stakeholder terkait sangat diperlukan untuk menghadapinya seperti dengan jajaran Pemda, BPBD, TNI, Polres dan Polsek juga seluruh masyarakat agar terjadi sinergi dalam pelaksanaan tugasnya’, pungkas Dirpolairud Polda Jabar.(pen/agsr)